Banjir Keringat, Udara Panas Sergap Warga Tulungagung, Ini Penyebabnya | Kediri TIMES

Banjir Keringat, Udara Panas Sergap Warga Tulungagung, Ini Penyebabnya

Oct 25, 2020 21:43
Ilustrasi, net
Ilustrasi, net

Dalam dua hari terakhir, yakni pada Sabtu dan Minggu 24-25 Oktober 2020, udara di Tulungagung terasa panas. Padahal, sepanjang hari tak banyak sinar matahari menerangi bumi marmer atau cenderung mendung.

"Panas, saya sampai harus berkali-kali ganti baju," kata Masyhuri, warga di Kecamatan Kota Tulungagung yang tinggal di salah rumah kos Bago.

Baca Juga : Efek La Nina: Badai Debu, Pohon Tumbang, hingga Banjir Rawan Terjadi di Kota Batu

Karena tak kuat terus d idalam ruangan berukuran 4x3 meter, Masyhuri memilih menggelar tikar di teras kosnya.

"Padahal ada dua kipas di dalam, tapi malah tambah sumuk," ujarnya.

Di tempat lain, misalnya di Sumbergempol suasana serupa juga terjadi. Banyak warga yang mengeluh kepanasan di dalam rumah sehingga warga banyak yang memilih "ngiyup" di bawah pohon halaman.

"Kumpul di sini lebih nyaman, di dalam rasanya tak kuat dengan udara panas," kata ibu-ibu yang tampak bersama anak dan tetangganya di halaman rumahnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam web.meteo.bmkg.go.id menjelaskan, pada Minggu 25 Oktober 2020 ini, bibit Siklon Tropis 98W terpantau di Samudra Pasifik Timur Filipina yang secara tidak langsung membentuk konvergensi memanjang dari Sumatera Barat hingga Riau, dari Lampung hingga Jambi, dan di Filipina bagian Selatan.

Hal tersebut dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sistem dan di sepanjang daerah konvergensi.

Baca Juga : Musim Hujan Tiba, DLH Kota Malang Ingatkan Warga Jaga Sungai Tetap Bersih

Selain itu, daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) juga terpantau memanjang dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah, di NTT, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah yang dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Dampak inilah yang mungkin menjadikan Jawa Timur, khususnya Tulungagung terasa panas di atas rata-rata suhu pada umumnya.

 

Topik
udara panas berita tulungagung Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Berita Lainnya