Subhanallah, Ada TPQ Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Tulungagung | Kediri TIMES

Subhanallah, Ada TPQ Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Tulungagung

Oct 11, 2020 20:58
Para santri dan santriwati di TPQ Luar Biasa Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Para santri dan santriwati di TPQ Luar Biasa Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Siapa sangka, di Tulungagung ternyata ada Taman Pendidikan Alquran (TPQ) khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Taman Pendidikan Al-Qur'an Luar Biasa (TPQLB) itu bernama Spirit Dakwah Indonesia Tulungagung, bertempat di Mushola Baitus Salam yang beralamat di Jalan Mastrip/Talun Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan TPQLB sendiri dilaksanakan setiap hari Minggu dan dibagi menjadi 2 kelas.

Baca Juga : 2021 UN Diganti Asesmen Nasional, Mendikbud: Tidak Usah Cemas, Tidak Perlu Bimbel Khusus

"Para santri dan santriwati di sini adalah anak kebutuhan khusus," kata Mohamad Imron Wahyudi Ketua Yayasan Spirit Dakwah Indonesia Tulungagung, yang juga Koordinator TKSK Kabupaten Tulungagung, Minggu (11/10/2020).

Dari 35 santriwan dan santriwati yang ada di TPQ Luar Biasa yang diantaranya merupakan tuna rungu, tuna wicara, tuna netra dan autis. Mereka pun berasal dari berbagai wilayah, diantaranya dari Kalidawir, Sendang dan Pagerwojo. 

Di TPQLB, mereka selain diajari mengaji juga diberikan motivasi digital melalui film.

"Kita siapkan monitor, kemudian kita putarkan film tentang keberhasilan orang-orang yang berkebutuhan khusus agar mereka tidak minder. Sehingga termotivasi, keterbatasan bukan suatu halangan untuk meraih kesuksesan," ujar Imron.

Untuk umur 4 - 10 tahun pembelajaran dimulai jam 08.00 - 09.30 WIB. Sedangkan usia  11- sampai tingkat SLTA di mulai dari jam 9.30 - 11.30 WIB, dilanjutkan dengan salat Zuhur berjamaah. Pembelajaran selama pandemi ini tetap berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Santri di sini gratis, tidak dipungut biaya. Sedangkan untuk ustazd dan ustazdah berjumlah 12 orang yang merupakan relawan yang ikhlas waktu dan tenaganya," terangnya.

Imron mengatakan, bahwa ada donatur yang tergerak hati menyumbang sukarela demi kegiatan ini. "TPQ Luar Biasa ini terbentuk karena melihat anak berkebutuhan khusus di lingkungan kita ini belum dapat perhatian dalam pendidikan al-qur'an. Mereka juga harus mendapatkan hak yang sama seperti anak seusianya, dia bisa belajar Alquran di madrasah," ungkapnya.

Respon wali santri dengan anaknya masuk TPQ  ini sangat baik sekali, selain diajari baca al-quran dan hafalan surat-surat pendek yang utama adalah Surat Al Fatihah, juga diajari praktek berwudu dan salat.

Baca Juga : Disdik Pemkab Blitar Optimistis Bantuan Kuota Internet Lancarkan Belajar Daring

"Yang sebelumnya jarang salat, setelah masuk TPQ menjadi rajin," terangnya.

Dari beberapa pengakuan wali santri, Imron mengungkapkan, bahwa setiap hari Minggu waktu berangkat mengaji di TPQ LB  sangat semangat sekali. Motivasi dan dukungan orang tua sangat penting, setiap Minggu mengantar anaknya walaupun rumahnya jauh.

"Sebelum masuk TPQ Luar biasa ini, untuk menghafal surat Al Fatihah masih kaku setelah masuk TPQ bisa agak lemas dari sebelumnya. Karena sebelum pelajaran dimulai ada senam khusus atau metode yang diberikan bagi santri," imbuhnya.

Kepala TPQ Luar Biasa Spirit Dakwah Indonesia Tulungagung di Beji ini adalah ustad Zakaria Dikri. Pusat pendidikan ini juga menjadi satu-satunya yang ada di Tulungagung.

 

Topik
berita tulungangung

Berita Lainnya