Empat Ruas Jalan di Kabupaten Kediri Diperbaiki Telan Dana Rp 95 Miliar | Kediri TIMES

Empat Ruas Jalan di Kabupaten Kediri Diperbaiki Telan Dana Rp 95 Miliar

Oct 09, 2020 19:14
Sebagai upaya peningkatan kualitas jalan untuk warga Kabupaten Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas PUPR melakukan perbaikan di empat ruas jalan. (Foto: Ist)
Sebagai upaya peningkatan kualitas jalan untuk warga Kabupaten Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas PUPR melakukan perbaikan di empat ruas jalan. (Foto: Ist)

Jalan merupakan salah satu infrastruktur dasar yang sangat penting bagi perkembangan perekonomian sebagai jalur transportasi. Oleh karenanya, sebagai upaya peningkatan kualitas jalan serta peningkatan pelayanan bagi pengguna jalan, utamanya warga Kabupaten Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan perbaikan di empat ruas jalan di Kabupaten Kediri.

Empat ruas jalan tersebut yaitu jalur penghubung Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Jombang, tepatnya jalur Kecamatan Pagu dan Plemahan yang meliputi Desa Pagu – Bogo, Kecamatan Kunjang – Plemahan meliputi Desa Bogo – Kunjang – Borolor, serta penghubung Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Blitar tepatnya di jalur Kecamatan Wates meliputi Desa Janti – Sumberagung – Wates, Wates – Ngancar serta Jalan Rajawali di Kecamatan Wates.

Baca Juga : Dispendukcapil Pemkab Blitar Sosialisasikan Layanan Empat Jari di Kecamatan Wates

Proyek peningkatan kualitas jalan ini menggunakan anggaran Pemerintah Kabupaten Kediri senilai Rp 95 miliar, yang masuk dalam satu paket pengerjaan dengan pelaksana proyek PT. Kadiri Sarana Bakti. Sementara untuk panjang pengerjaannya mencapai 15.167,6 meter.

”Untuk pekerjaan peningkatan jalan rigid tersebut, ditargetkan akan selesai pada bulan Desember nanti," kata Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Irwan Candra Wahyu Purnama.

Dalam pengerjaannya, peningkatan kualitas jalan ini menggunakan konstruksi Rigid Pavement atau perkerasan kaku dengan beton, karena untuk meningkatkan kualitas dan daya jalan untuk muatan berat. Berdasar dari kajian Dinas PUPR, jalur tersebut sering dilalui kendaraan dengan beban berlebihan yang melebihi tonase, sehingga dengan penggunaan konstruksi rigid pavement diharapkan mampu dilalui kendaraan dengan tonase berat dan umur jalan dapat sesuai dengan umur rencana.

Irwan Candra menambahkan, pada pelaksanaan proyek pengecoran kali ini terdapat perbedaan metode dari pelaksanaan rigid pavement sebelumnya. Jika sebelumnya hanya dilakukan dengan menggunakan trowel atau cara semi manual, di tahun 2020 ini menggunakan alat slipform paver. Alat tersebut biasanya digunakan untuk pembangunan jalan tol dan jalan nasional. Selain untuk efektivitas, dengan penggunaan alat itu juga dapat mengontrol mutu yang lebih bagus, karena terdapat penggetar yang berfungsi untuk mengatur kepadatan beton, yang finalnya umur rencana kematangan beton dapat tercapai dengan cepat.

Baca Juga : Dinsos Kabupaten Kediri Salurkan Bantuan Sembako kepada 100 Lansia

 

Rencana pelaksanaan proyek ini akan selesai akhir tahun 2020 karena dengan pengecoran ini membutuhkan waktu. “Jalur lalu lintas di lokasi tersebut tidak dapat ditutup total, namun menggunakan sistem buka tutup. Ini juga menjadi kendala dalam pelaksanaan, tapi memang prosesnya seperti itu. Sehingga diharapkan warga bisa memaklumi,” tambah Irwan.

Untuk diketahui, sebenarnya di Tahun Anggaran 2020 terdapat 6 paket kegiatan meliputi pembangunan jalan kabupaten, peningkatan jalan kabupaten, pembangunan jalan desa, peningkatan jalan desa, peningkatan jalan kabupaten ruas Plosoklaten – Gedangsewu, serta peningkatan jalan kabupaten Kranggan - Plosoklaten. Namun atas adanya pandemi Covid-19, Dinas PUPR melakukan refocusing anggaran. Dari 6 paket tersebut yang tetap berjalan untuk lelangnya hanya 1 paket, yaitu paket peningkatan jalan, dengan 1 kali tender yang meliputi 4 ruas jalan.

Topik
Pemkab Kediri

Berita Lainnya