Kabupaten Kediri Darurat Sampah, TPA Satu-satunya Overload | Kediri TIMES

Kabupaten Kediri Darurat Sampah, TPA Satu-satunya Overload

Oct 07, 2020 19:32
TPA di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. (Eko arif s/Jatimtimes)
TPA di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. (Eko arif s/Jatimtimes)

Menumpuknya sampah dalam jumlah besar setiap harinya membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Kediri Overload atau kelebihan beban.

Satu-satunya TPA yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kediri di Desa Sekoto, Kecamatan Badas itu, kini telah tak mampu lagi untuk menampung sampah dari masyarakat.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Ini Cara Jitu Kampung DX Patmanam Ajak Masyarakat Hidup Sehat

Bagaimana tidak, dalam setiap harinya, TPA Sekoto harus menampung sebesar 515 meter kubik sampah atau setara dengan kurang lebih 75 ton sampah. Hal itulah, yang membuat TPA dengan luas 3,5 hektar tersebut tak mampu lagi untuk menampung sampah.

Towil Umur, Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kebersihan dan Pengelolaan DLH Kabupaten Kediri menyebut, kesadaran di kalangan masyarakat terhadap sampah masih sangat kurang.

Towil memberikan contoh, jika masyarakat masih sangat bergantung dengan kantong kresek saat hendak berbelanja. Apalagi, mereka saat membawa  barang belanjaan selalu menjagakan kantong kresek dari toko maupun swalayan.

"Hal itu yang membuat jumlah sampah di setiap harinya di Kabupaten Kediri terus menerus mengalami penumpukan. Padahal hal ini bisa dicegah dengan membawa kantong kresek dari rumah atau penggunaan bahan kantong yang lebih ramah lingkungan, sehingga dapat dipergunakan berkali-kali," katanya saat ditemui wartawan Jatim Times di lokasi TPA Sekoto, Rabu 7 Oktober 2020.

Menurut Towil, permasalahan sampah untuk saat ini tidak serta merta menjadi urusan yang selalu dibebankan kepada pemerintah. Melainkan menjadi urusan bersama termasuk dalam pengendaliannya.

Towil menyebut, untuk pengendalian sampah, masyarakat bisa menerapkan TPS 3 R atau tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle.

"Konsep TPS 3R ini adalah adalah salah satu cara atau metode mengelola sampah secara mandiri dari masyarakat. Dengan metode mengurangi volume sampah dari produsen sampah itu sendiri yaitu dengan pembatasan timbunan sampah (reduce), memanfaatkan kembali (reuse) dan mendaur ulang (recycle). Sebagai contohnya dapat mengelola sampah dengan dijadikannya produk-produk kerajinan berbahan baku sampah yang bernilai rupiah," ungkapnya.

TPA Sekoto Diperluas

Baca Juga : Atasi Penurunan Debit Air, Perumdam Among Tirto Kota Batu Usulkan Pembatasan Izin Sumur Bor

 

Sementara itu, Towil mengaku lantaran kondisi TPA Sekoto saat ini mengalami Overload, kini TPA Sekoto akan diperluas. Pemerintah Kabupaten Kediri pun telah menyiapkan lahan seluas 4 hektar untuk menampung sampah yang diprediksi bakal mampu menampung sampah hingga kurun waktu 5 tahun ke depan.

"Lokasi perluasan pembangunan ini berada tepat di sebelah utara lokasi lama. Perluasan yang baru tersebut akan dibangun dengan standar Kementrian PUPR dengan Sistem Sanitary Landfill TPA,” Kata Towil.

Sistem Sanitary Landfill, lanjut Towil, merupakan proses penimbunan sampah yang tidak bisa didaur ulang. "Dengan cara memadatkan sampah dengan rata, serta ditutup dengan lapisan tanah. Hal tersebut dilakukan agar mengurangi penumpukan sampah dan pencemaran udara," pungkasnya.

Topik

Berita Lainnya