Lahan bengkok Kepala Desa yang kurang produktif disulap menjadi tempat desa wisata (Dewi) edukasi Minapadi. (Foto: Istimewa)
Lahan bengkok Kepala Desa yang kurang produktif disulap menjadi tempat desa wisata (Dewi) edukasi Minapadi. (Foto: Istimewa)

Pemerintah Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri berinovasi di bidang pertanian, dengan mengembangkan sistem pertanian mina padi. Lahan bengko Kepala Desa yang kurang produktif disulap menjadi tempat Desa Wisata (Dewi) Edukasi Minapadi.

Mohammad Basori, Kepala Desa Putih mengaku, areal persawahan setempat kurang produktif karena tingginya volume air. Terlebih pada musim penghujan, lahan persawahan selalu tergenang air, sehingga tidak bisa ditanami. “Berawal dari kondisi demikian, kami melakukan inovasi. Lahan bengkok atau lahan seluas kurang lebih 2 hektar kami ubah menjadi sistem pertanian mina padi. Bercocok tanam sekaligus membudidayakan ikan air tawar,” kata Imam Basori.

Baca Juga : Genjot Produksi Sapi Perah, Bupati Sanusi MoU dengan China, Sayang Terhambat Covid-19

Pihak Pemdes Putih melakukan uji coba selama 3 tahun dalam mengembangkan sistem pertanian minapadi ini. Baru di tahun ketiga, program tersebut berhasil. Lahan yang sebelumnya kurang produkfi, akhirnya menghasilkan nilai ekonomis.

Menurut Basori, selama ini telah memetik hasil inovasi mina padi hingga puluhan juta rupiah. Pihaknya dapat memanen padi, sekaligus ikan budidaya yang dikembangkan dengan cara tumpangsaru.

Pemdes Putih terus mengembangkan inovasi tersebut. Dari 2 hektar lahan bengkok akan diperluas kembali dengan menambah 5 hektar. Rencananya, terobosan tersebut akan dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi yang dibuka untuk umum.