Olahraga petanque. (Foto: Istimewa)
Olahraga petanque. (Foto: Istimewa)

Baru-baru ini di Kota Kediri terdapat olahraga unik yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Olahraga tersebut ialah petanque atau dapat diucapkan "petank".

Petanque adalah suatu bentuk permainan olahraga yang tujuannya melempar bola besi sedekat-dekatnya dengan bola kayu yang disebut cochonet. Kaki pelempar juga harus berada di dalam lingkaran kecil yang sudah ditentukan.

Baca Juga : Fyfy, Karateka Kid Berprestasi Asal Ngawi

Ada jarak yang ditetapkan, yaitu jarak lemparan dari bola kayu dengan pelempar yang siap mengarahkan bola besi terhadap titik tuju bola kayu yang berjarak antar enam sampai sepuluh meter.

Untuk dapat memenangkan olahraga ini, masing-masing tim harus berusaha menyingkirkan bola lawan agar tidak lebih dekat dengan bola kayu sebagai poros titik tuju.

Meski baru, cabang olahraga (cabor) ini  justru menjadi cabor andalan dari kontingen Kota Kediri dalam mendulang pundi-pundi medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2019 lalu.

Dalam ajang yang baru pertama diikuti tersebut, cabor petanque kontingen Kota Kediri itu mampu keluar sebagai juara umum dari 19 kontestan yang mengikuti perlombaan tersebut.

Tak main-main, dengan 7 atlet yang diterjunkan, Kota Kediri mampu menggondol 2 medali emas dan 3 medali perak.

Abdian, pelatih petanque Kota Kediri, mengatakan, sejarah olahraga  itu di Jawa Timur masuk tahun 2015 yang dikembangkan oleh pelaku olahraga Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Sedangkan petanque baru masuk di Kediri pada  2017 lewat pengenalan dosen-dosen dari Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.

Baca Juga : Demi Prestasi, Disporapar Mulai Pantau Atlet Usia Dini

"Jadi, petanque masuk di Kediri baru  2017. Sedangkan  cabor petanque sendiri dalam mempersiapkan diri mengikuti Porprov VI l sebenarnya pada  2018. Jadi, satu tahun itu cabor ini kami persiapkan di ajang porprov dan alhamdulillah hasilnya cukup menggembirakan dengan keluar sebagai juara umum," katanya saat ditemui seusai latihan yang dilakukan di Kampus IV UNP Kota Kediri, Jumat (11/9).

 Abdian mengungkapkan,  Kota Kediri memiliki target untuk mempertahankan predikat juara umum petanque di ajang Porprov Jatim VII yang akan kembali bergulir pada 2021 mendatang. Abdian bahkan mematok target  3 medali emas.

"Sebenarnya ini target yang dibebankan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri kepada kami agar cabor petanque untuk bisa mempertahankan gelar juara umum. Pasalnya, cabor petanque  cukup lumayan dalam mendulang tambahan perolehan medali untuk kontingen Kota Kediri yang kemarin mampu finis di posisi kedua di bawah Surabaya dalam perebutan jumlah perolehan medali dari hitungan keseluruhan cabor," ungkapnya.