Pelatihan berlangsung di Kantor Dispertabun, Jalan Soekarno Hatta Kabupaten Kediri, dengan pemateri pelatihan berasal dari sebuah Komunitas Drone di Malang (Foto: Ist)
Pelatihan berlangsung di Kantor Dispertabun, Jalan Soekarno Hatta Kabupaten Kediri, dengan pemateri pelatihan berasal dari sebuah Komunitas Drone di Malang (Foto: Ist)

Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertanbun) Kabupaten Kediri menggelar pelatihan operasional pesawat udara tanpa awak (drone) kepada para pegawainya. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan dapat mempermudah dalam pemetaan berbasis lahan pertanian.

Pelatihan berlangsung di Kantor Dispertabun, Jalan Soekarno Hatta Kabupaten Kediri. Sedikitnya ada 15 peserta dari setiap bidang di Dispertabun yang mengikutinya. Sementara pemateri pelatihan berasal dari sebuah Komunitas Drone di Malang.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Pemkab Kediri Buat SOP Kegiatan Tradisi Menyambut Bulan Suro

Arahayu Setyoadhi, Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Holtikultura Dispertabun Kabupaten Kediri menuturkan, pelatihan operasional drone ini bertujuan untuk mempermudah kinerja dalam pemetaan lahan. Apabila sebelumnya, pemetaan menggunakan jasa konsultan yang terbatas oleh sistem kerjasama dan waktu serta biaya, tetapi ke depan dapat ditangani secara mandiri, sehingga lebih efektif.

"Harapan ke depan dapat digunakan untuk pemetaan lahan secara luas. Awalnya, memang untuk tanaman pangan, padi dan jagung. Tetapi ke depan rencananya untuk melihat potensi Kabupaten Kediri baik, dari komoditas perkebunan, pangan maupun komoditas holtikulturanya," jelas Arahayu Setyoadhi.

Dispertabun telah melakukan pengadaan dua unit drone dengan merk Mevix II type zoom menggunakan dana DAK. Pesawat nir awak ini memiliki spesifikasi khusus terhadap tingkat kestabilan di udara, saat pengambilan gambar. Nantinya, setiap satu unit mesin drone bakal dioperasionali oleh dua orang tenaga SDM sebagai operator.

Pertanian modern saat ini memang telah mengadopsi banyak teknologi yang bisa membantu dalam hal efektivitas dan efesiensi. Pemanfaatan mesin drone untuk pertanian dinilai sangat efektif, karena dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Setyoadhi mencohtohkan, seperti misalnya pemetaan wilayah holtikultura pada komoditas tanaman cabai. Pihaknya dapat mengetahui setiap fase pertumbuhan cabai mulai dari fase vegatatif, generatif atau masa panen.

Baca Juga : Dorong Petani Tembakau Lebih Sejahtera, Ini Gebrakan Dinas Pertanian Pemkab Blitar

"Pelatihan ini kami laksanakan satu hari saja, Tetapi nantinya kita evaluasi. Kalau memang belum maksimal, kita akan latih terus. Ukurannya kan jam terbang. Semakin tinggi jam terbangnya, maka operasionalnya semakin bagus," tutupnya.