Suasana konferensi pers terkait pegawai BRI yang terkonfirmasi covid-19 bersama Wali Kota Sutiaji di ruang sidang Balai Kota Malang, Rabu (8/7/2020). (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Suasana konferensi pers terkait pegawai BRI yang terkonfirmasi covid-19 bersama Wali Kota Sutiaji di ruang sidang Balai Kota Malang, Rabu (8/7/2020). (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Kabar bahwa sejumlah pegawai BRI Kanwil Malang terjangkit covid-19 sempat membuat masyarakat heboh. Salah satunya berkaitan dengan proses peredaran uang yang  ditakutkan menjadi salah satu penyebab penularan covid-19.

Menanggapi itu, Kepala BI Malang Azka Subhan menyampaikan, sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menyebutkan secara spesifik bahwa uang bisa menjadi penyebab penularan covid-19 meski pada dasarnya semua barang berpotensi menjadi pelantara penularan. "Uang bisa menularkan covid-19 tentu butuh penelitian lagi," katanya.

Baca Juga : Kebakaran Gudang Elektronik di Malang Butuh 36 Ribu Liter Air untuk Padamkan Api

Azka juga menyampaikan bahwa bagian keuangan di masing-masing perbankan selama ini selalu mengedepankan protokol kesehatan. Untuk BI sendiri, setiap uang yang masuk ke BI dikarantina selama 14 hari sebelum diedarkan ke masyarakat. "Beberapa bank menerapkan cara yang sama dan ada yang menerapkan cara lain untuk mengurangi penularan covid-19," tambahnya.

Lebih jauh Azka menyampaikan, untuk kasus BRI Malang, yang terjangkit covid-19 bukan dari bagian operasional, tapi unsur pimpinan. Sehingga dia berharap penularan bukan berasal dari penularan uang.

Dia juga menyampaikan bahwa selama ini masing-masing manajemen perbankan telah menerapkan protokol kesehatan karena memang selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Setiap peebankan dipastikan memiliki SOP masing-masing sesuai standar yang ditetapkan.

Untuk wilayah Malang sendiri, menurut Azka, BI Malang telah memberikan surat edaran kepada setiap peebankan di wilayah kerjanya untuk memperkuat imbauan protokol kesehatan.

"Tentunya untuk menerapkan aspek keamanan hingga keselamatan kerja. Mulai dari karyawan hingga masyarakat yang bersinggungan, seperti melakukan physical distancing sampai menyemprot disinfektan. Setiap perbankan pasti ada upaya pencegahan covid-19," terang Azka.

Baca Juga : Geger Karyawan Positif Covid, Ratusan Orang Dites, BRI Kanwil Malang Tertutup

Sementara itu, dari rilis resmi yang disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji dan unsur pimpinan BRI Kanwil Malang bersama BI dan OJK, disampaikan  saat ini tercatat sudah ada tujuh pegawai BRI yang terkonfirmasi positif covid-19. Ketujuhnya berasal dari unsur pimpinan atau pejabat tinggi BRI Kanwil Malang.

Satu di antaranya sebelumnya berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) dan dinyatakan meninggal dunia. Hasil swab yang bersangkutan baru keluar satu hari setelah pasien meninggal dunia. Sedangkan enam lainnya saat ini sedang menjalani masa karantina mandiri.