LBH Sebut Penangkapan 3 Pelaku Vandalisme oleh Polresta Malang Kota Cacat Prosedur Hukum | Kediri TIMES

LBH Sebut Penangkapan 3 Pelaku Vandalisme oleh Polresta Malang Kota Cacat Prosedur Hukum

Apr 22, 2020 07:55
Ilustrasi penangkapan terhadap tiga pemuda yang dituduh melakukan aksi vandalisme. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi penangkapan terhadap tiga pemuda yang dituduh melakukan aksi vandalisme. (Foto: Istimewa)

Sejumlah LBH (Lembaga Bantuan Hukum) mengeluarkan pernyataan sikap atas penangkapan tiga terduga pelaku vandalisme oleh jajaran Polresta Malang Kota. 

Pada awak media, polisi juga menyebut bahwa ketiga terduga pelaku vandalisme itu dicurigai melakukan anggota jaringan Anarko. 

Tiga LBH yang terdiri dari YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), LBH Surabaya dan LBH Pos Malang mengeluarkan pernyataan yang menilai penangkapan tiga pemuda oleh jajaran kepolisian yang dituduh melakukan aksi vandalisme itu cacat prosedur hukum.

Berdasarkan keterangan dari Jauhar dari LBH Surabaya, ketiga pemuda tersebut adalah Ahmad Fitron Fernanda, M. Alfian Aris Subakti dan Saka Ridho yang merupakan para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). 

Ketiganya aktif setiap hari Kamis melakukan aksi diam di sekitaran Balaikota Malang yang tergabung dalam Komite Aksi Kamisan Malang.

Dalam pers rilis tersebut juga tertuang tiga poin tuntutan yang ditujukan kepada pihak kepolisian agar membebaskan ketiga pemuda tersebut. 

Pasalnya, penangkapan tersebut merupakan tindakan yang tidak demokratis, tidak menghargai warga negara dan cacat prosedur hukum.

Pihak Kepolisian juga dituntut agar membatalkan status tersangka kepada ketiga pemuda tersebut karena bertentangan dengan azas keadilan.

“Batalkan status tersangka, karena bertentangan dengan azas keadilan, tidak hanya pasal yang disangkakan, namun pasal-pasal lainnya yang akan disangkakan, sebab tidak ada bukti jelas. Penetapan tersebut sifatnya dugaan spekulatif,” terangnya.

Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa Fitron, salah satu pemuda yang ditangkap merupakan aktivis pers mahasiswa di Universitas Negeri Malang.

Fitron sering kali meliput aksi-aksi perjuangan kemanusiaan seperti aksi warga menolak tambang emas di Gunung Tumpang Pitu dan Salakan, serta warga yang melakukan kampanye Save Lakardowo menolak keras atas pembuangan limbah oleh PT. PRIA di Mojokerto yang dapat mengganggu kesehatan.

Dalam pers rilis tersebut juga dijelaskan kronologi kejadian penangkapan. Pada tanggal (19/4/2020) sekitar pukul 20.20 WIB datang sekitar lima anggota polisi yang akan menjemput Fitron di kediamannya di Sidoarjo. Dalam surat penjemputan tersebut, tidak tertera nama Fitron. Akhirnya sekitar pukul 20.45 WIB terpaksa mengikuti arahan pihak kepolisian.

“Sekitar pukul 23.00 WIB, polisi menggeledah kediaman nenek Fitron di Tumpang (tempat Fitron tinggal selama kuliah di Malang) untuk mencari barang-barang Fitron yang berkenaan dengan gerakan Anarko,” tulisnya.

Sedangkan untuk Alfian dan Saka, selain aktif dalam Komite Aksi Kamisan Malang, mereka berdua juga aktif mendampingi warga petani Desa Tegalrejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang yang sedang ada konflik lahan pertanian dengan PTPN.

“Kedua pemuda lainnya yakni Alfian dan Saka ditangkap di rumahnya pada tanggal 20 April 2020. Alfian dibawa polisi dari rumahnya di daerah Pakis, Malang sekitar pukul empat pagi. Sedangkan Saka dijemput dirumahnya di Singosari pada pukul 05.00WIB oleh lima personel kepolisian yang tidak berseragam,” jelasnya.

Ketiga pemuda itu lalu diproses degan cepat, serta pihak kepolisian menaikkan statusnya menjadi tersangka dengan menggunakan Pasal 160 tentang Penghasutan yang merupakan delik materil.

“Ketiga pemuda itu, diproses secepat kilat tanpa memperhatikan langkah-langkah hukum yang ada. Hal ini sangat bertentangan dengan azas keadilan. Karena mereka diperlakukan bak teroris dan berbahaya, padahal mereka kooperatif dan bekerjasama dengan baik. Apalagi tuduhan yang disangkakan sangat samar,” terangnya. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan tersebut. 

Topik
Malang Berita Malang Berita Hari Ini lembaga bantuan hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Penangkapan 3 Pelaku Vandalisme Polresta Malang Kota

Berita Lainnya