Pasangan Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah Menang Mutlak dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri | Kediri TIMES

Pasangan Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah Menang Mutlak dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri

Jul 05, 2018 16:02
Suasana rekapitulasi di KPU Kota Kediri. (foto: Eko Arif S/ KediriTIMES)
Suasana rekapitulasi di KPU Kota Kediri. (foto: Eko Arif S/ KediriTIMES)

 KPU Kota Kediri menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri tahun 2018, Kamis (5/7/18) pagi. 

KPU Kota Kediri secara resmi mengumumkan hasil penghitungan suara Pilgub dan Wakil Gubernur Jawa Timur dan Pilwali serta Wakil Wali Kota Kediri. 

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Kota Kediri, penghitungan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri, paslon nomor urut 2, Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah menang mutlak dengan memperoleh suara 85.528. Sedangkan untuk pasangan nomor urut 1, Aizzudin dan Jono Teguh Wijaya memperoleh suara 29.839. Untuk pasangan nomor urut 3, Samsul Ashar dan Teguh Juniadi memperoleh suara 32.749 suara. Sedangkan untuk suara tidak sah sebanyak 7.805 suara. 

Sementara itu, untuk hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Gubernur Jawa Timur, nomor urut 1 pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil listianto Dardak, memperoleh suara sebanyak 75.522 suara. Lebih unggul dari pada pasangan nomor urut 2, Syaifulloh Yusuf dan Puti Soekarno memperoleh suara sebanyak 73.998. Untuk suara tidak sah sebanyak 2.783 suara. 

"Untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri perolehan suara terbanyak dimenangkan pasangan nomor urut 2 Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah. Sedang untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dimenangkan oleh pasangan nomor urut 1 pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak," ungkap Agus Rofik Ketua KPU Kota Kediri. 

Ia menambahkan, untuk Kota Kediri partisipasi masyarakat lebih meningkat dari sebelumnya. Kali ini bisa menembus angka 78% yang sebelumnya 74%," imbuh Gus Rofik. 

Ditanya soal kesalahan suara, Gus Rofik menjelaskan bukan kesalahan suara. "Itu pemindahan data pemilih DPT di TPS tertentu, KPPS keliru mengutipnya. Kesalahan pengutipan data pemilih bukan soal perolehan suara," jelasnya. 

 

Topik
KPU Kota Kediri Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur

Berita Lainnya