Dua Gol Bersarang di Gawang Arema FC Melalui Bola Mati, Ini Kata Joko Susilo | Kediri TIMES

Dua Gol Bersarang di Gawang Arema FC Melalui Bola Mati, Ini Kata Joko Susilo

Feb 06, 2018 14:36
Para pemain saat mengucapkan terima kasih kepada Aremania yang telah mendukung di Stadion Manahan, Solo (official Arema FC)
Para pemain saat mengucapkan terima kasih kepada Aremania yang telah mendukung di Stadion Manahan, Solo (official Arema FC)

Arema FC kebobolan dua gol tanpa balas ketika menghadapi Sriwijaya FC pada pertandingan perempat final Piala Presiden 2018, Minggu (4/2/2018) lalu. Karena hal tersebut, Joko Susilo menganggap anak asuhnya masih kurang matang dalam segi mentalitas. 

Menghadapi tim yang notabene memiliki kualitas cukup bagus, Arema FC mampu bermain ciamik pada babak pertama. Bahkan, Sriwijaya FC tidak mampu menembus lini tengah yang dikomandoi oleh Ahmet Atayev. 

Peluang-peluang yang terjadi di babak pertama juga banyak dimiliki oleh Dendi Santoso dkk. Akan tetapi penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Tak ada gol yang bisa diciptakan meski peluang ada di depan mata. 

Babak kedua pun juga demikian, penggawa Singo Edan yang didukung penuh oleh Aremania di Stadion Manahan, Solo begitu tampil agresif. Serangan balik banyak dilakukan oleh Hendro Siswanto dkk. 

Pertengahan babak kedua, Arema FC sebetulnya mendapatkan peluang super emas melalui titik enam belas. Penalti diberikan wasit karena Bio Paulin dianggap menjatuhkan Dedik Setiawan. Drogba (julukan Dedik Setiawan) langsung menghadapi bola tersebut, namun sayang tendangannya dapat dipatahkan oleh Teja Paku Alam. 

Dari kegagalan penalti tersebut Arema FC langsung kebobolan tiga hanya dalam waktu 18 menit. Sesuatu yang mustahil terjadi. Akan tetapi pepatah yang mengatakan bahwa bola itu bundar memang benar adanya. 

Dari tiga gol yang masuk ke gawang Arema FC, dua diantaranya terjadi dari bola mati. Yang pertama melalui sepakan pojok Adam Alis dan dimanfaatkan dengan baik oleh Bio Paulin, gol kedua tercipta dari tendangan bebas indah dari Syahrian Abimanyu. 

Menagggapi dua gol dari bola mati tersebut, pelatih Arema FC, Joko Susilo mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena mental para pemainnya sedang mengalami penurunan ketika salah satu rekannya gagal mengeksekusi penalti. 

"Ini hanya masalah mental, itu yang selalu menjadi persoalan kami. Secara kualitas para pemain tidak kalah. Hanya masalah mental yang perlu ditingkatkan," ujar Joko Susilo. 

Joko Susilo menambahkan nantinya seluruh pemain akan didrill untuk mengatasi mental yang kurang matang. Namun ia masih akan beristirahat karena kekecewaannya setelah menelan kekalahan. 

"Kami akan pikirkan hal itu (mental), tapi kami akan menenangkan diri dulu. Karena kami sudah tak bisa mencapai sesuatu yang menjadi target," jelasnya. 

Topik
Berita Malang Arema Arema FC Joko Susilo

Berita Lainnya