Kembalikan Ekosistem Lingkungan Melalui Lomba Memedi Sawah | Kediri TIMES

Kembalikan Ekosistem Lingkungan Melalui Lomba Memedi Sawah

May 30, 2016 20:43
Salah satu peserta karnaval yang menampilkan memedi sawah sedahg melakukan atraksi.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Salah satu peserta karnaval yang menampilkan memedi sawah sedahg melakukan atraksi.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Memedi  atau orang orangan sawah yang ditampilkan dalam karnaval pertanian, Blitar Agro Festival, Senin (30/5/2016) siang juga dilombakan.

Salah satu Anggota dewan juri, Dyan Brew dari Dewan Kesenian Kabupaten Blitar menjelaskan,lomba memedi sawah ini memiliki dua tujuan.

Pertama, memancing minat orang  untuk mengembalikan ekosistem lingkungan yang saat ini mata rantainya terputus, dan kedua menyindir manusia yang bertindak sebagai perusak ekosistem lingkungan.

“Dalam mata rantai ekosistem itu ada petani, padi, katak, ular, burung, dan memedi sawah. dua terakhir ini hilang karena karena burung itu sudah tidak ada akibat perburuan manusia, ketika burung itu lenyap otomatis membuat punah memedi sawah,” kata Dyan.

Lanjut Dyan, rangkaian ekosistem itu harus dikembalikan ke bentuk semula, meskipun burung itu dianggap hama tapi burung itu harus ada untuk keseimbangan alam.

Dyan menambahan, dalam karnaval pertanian kali ini ada 9 peserta yang menampilkan memedi sawah, dan para juri tidak hanya menilai pada bentuk keindahannya saja.

“Kami juga menilai kolaborasi dan atraksinya di lapangan, ini agar peserta menampilkan sesuatu yang istimewa dan pesan kami tersampaikan, mengajak  mengembalikan ekosistem lingkungan,” terangnya.(*)

Topik
Blitar Agro Festival pemkab Blitar Pawai Budaya

Berita Lainnya