Aremania Dilarang Bernyanyi Rasis di Kandang Naga Mekes | Kediri TIMES
ISC 2016

Aremania Dilarang Bernyanyi Rasis di Kandang Naga Mekes

May 19, 2016 21:34
Supporter Aremania di Stadion Kanjuruhan Malang (foto: dok.Malangtimes)
Supporter Aremania di Stadion Kanjuruhan Malang (foto: dok.Malangtimes)

Menjelang laga tandang Arema Cronus melawan Mitra Kukar, Jumat (20/5/2016), suporter tuan rumah Mitra Mania (MItman) memberikan aturan khusus bagi suporter Aremania. Aturan khusus ini berisi larangan untuk Aremania menyanyikan lagu bernada rasis dan menghina.

Tokoh Mitman, Suparno mengatakan aturan ini diterapkan untuk memproteksi suporter generasi muda agar tidak saling menghina, sehingga menimbulkan konflik antar suporter. Selain larangan bernyanyi, Mitman juga meminta Aremania yang hadir di Stadion untuk tidak membawa atribut bass drum ataupun bendera berukuran besar yang berisikan kata-kata rasis.

"Ini sebagai bentuk hukuman bagi Aremania untuk tidak menyanyikan lagu-lagu yang bernada rasis," kata Suparno speerti yang dilansir Juara.net.

Sebelumnya, Suparno juga mengatakan aturan ini diberlakukan karena Aremania telah terbukti melanggar dua kali perjanjian di dua pertandingan sebelumnya.

Pada pertandingan di dua turnamen sebelumnya Piala Jenderal Sudirman dan Piala Gubernur Kaltim. Aremania terbukti menyanyikan lagu-lagu rasis. Setelah itu, Mitman sebagai tuan rumah juga mengaku sempat melarang hadirnya Aremania di Stadion Aji Imbut. Namun, seteleh dilakukan kesepakatan dengan Aremania, Mitman memberikan aturan khusus ini untuk Aremania yang ingin hadir di kandang tim berjuluk Naga Mekes.

"Kami terpaksa memberlakukan aturan ini, karena sudah dua kali Aremania melanggar perjanjian yang telah disepakati," tambah Suparo.

Selain itu, Supano juga berharap dengan adanya aturan ini, Aremania dan juga Mitman akan lebih kreatif dalam memberikan dukungannya tanpa harus bernyanyi rasis. Karena sebagai supoter bukan  hanya mendukung tim dari luar lapangan, namun juga harus memeberikan edukasi yang baik untuk generasi kedepannya. 

"Aremania itu suporter besar, mereka ada dimana-mana. Tetapi disini, kami ingin melindungi generaasi muda Mitman dari rasisme. Dan intinya kami menerima Aremania tetapi tidak lagu-lagu rasisnya," tandasnya. (*)

Topik
ISC 2016 Arema Cronus Indonesia

Berita Lainnya