Di Depan Megawati, NU Yakinkan Tak Basa Basi soal Pancasila | Kediri TIMES
Harlah ke-93 NU di Pasuruan

Di Depan Megawati, NU Yakinkan Tak Basa Basi soal Pancasila

May 01, 2016 03:26
Megawati bersama para ulama dan pengurus PW NU Jatim. (foto: sholeh/jatimtimes)
Megawati bersama para ulama dan pengurus PW NU Jatim. (foto: sholeh/jatimtimes)

Keinginan NU untuk menjadikan 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila tak main-main. Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakil Allallah memastikan bahwa NU benar-benar serius ingin mempertahankan Pancasila dan mendukung hari jadi Pancasila pada 1 Juni.

Pernyataan Mutawakil tersebut disampaikan ketika memberikan sambutan pada Harlah ke 93 Nahdlatul Ulama (NU) di Taman Candra Wilwatikta, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (30/4) malam.

”NU mendorong 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila. Ini bukan pura-pura. Kesetiaan NU kepada Pancasila sudah terbukti. NU merupakan ormas terbesar pertama yang menerima Pancasila sebagai dasar negara,” kata Mutawakil di depan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, ribuan kader PDIP, serta puluhan ribu warga nahdliyin.  

Selain Megawati, harlah NU juga dihadiri para elit PDIP seperti Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi, Sektretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari, Ketua DPC PDIP Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi, Ketua DPC PDIP Kota Malang Arief Wicaksono. Tampak hadir juga kepala daerah dari PDIP seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana, dan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Prananda Prabowo juga ikut dalam acara harlah NU ke 93.

Dorongan untuk menjadikan 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila, karena hingga saat ini tanggal kelahiran Pancasila masih belum diresmikan oleh negara. Padahal, Pancasila ini merupakan dasar negara sekaligus masterpiece kebanggaan Indonesia yang banyak diadopsi negara lain.

Pada awal sambutannya, Mutawakil menyebut Megawati dengan nama lengkapnya, Hj Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri. Di depan Megawati juga, Mutawakil menyatakan bahwa entah kebetulan atau tidak, nama PBNU ternyata mempunyai singkatan berupa empat pilar Indonesia. Mutawakil lalu mengeja P sebagai Pancasila, B adalah Bhineka Tunggal Ika, N adalah NKRI, dan U adalah Undang Undang Dasar 1945.

Pernyataan Mutawakil kemudian diperkuat oleh sambutan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. ”Benar apa yang disampai Kiai Mutawakil, (dukungan NU) ini bukan basa basi. NU mempunyai komitmen yang sangat kuat mempersatukan  Ahlus sunnah Wal Jamaah dengan nasionalis,” terang Said ketika memberikan sambutan.

Sebagai komitmen kuat NU mendorong 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila, Said menyatakan, NU telah melakukan riset dan kajian. Hasilnya, NU telah membuat naskah akademik mengenai hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni. Naskah akademik tersebut diserahkan Said kepada Megawati di depan puluhan ribu warga nahdliyin dan ribuan kader PDIP pada saat Harlah NU 93 di Pandaan. (*)

Topik
harlah NU

Berita Lainnya