Laka Maut di Batu: Diduga Mengantuk, Pengendara Motor Asal Situbondo Tewas Tabrak Pohon

25 - Jan - 2026, 07:54

Polisi melakukan penyelidikan dan menggali keterangan saksi usai sebuah kecelakaan tunggal menewaskan seorang pemuda di Jalan Dewi Sartika Kota Batu. (Foto: Dokumen Satlantas Polres Batu)

JATIMTIMES – Suasana tenang di kawasan Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Batu, mendadak pecah oleh insiden kecelakaan lalu8g!ug!ugggg lintas maut pada Minggu (25/1/2026). Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah kendaraan yang dipacunya hilang kendali dan menghantam keras sebuah pohon di sisi jalan.

Kecelakaan tunggal ini melibatkan sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi P 6417 EF. Kendaraan tersebut dikendarai oleh Samsul Bari, seorang pemuda berusia 20 tahun asal Kabupaten Situbondo. Saat kejadian, Samsul tidak seorang diri, ia tengah membonceng Muhammad Bursa Maulana yang berusia 59 tahun.

Baca Juga : Cegah Bencana Angin Kencang, Tim Gabungan BPBD Kota Batu Turunkan Reklame Rawan Roboh

Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu, IPDA Agus Atang Wibowo mengungkapkan bahwa tragedi ini diduga kuat dipicu oleh faktor kelelahan. Pengendara disinyalir dalam kondisi mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi saat melintasi jalur tersebut.

"Pengendara melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan cukup tinggi di ruas jalan lurus. Tiba-tiba kendaraan kehilangan kendali, oleng ke kanan, lalu membentur pohon di tepi jalan," jelas Agus Atang.

Benturan yang sangat keras mengakibatkan sepeda motor mengalami kerusakan berat pada bagian depan. Namun, dampak paling fatal dialami oleh Samsul Bari yang menderita cedera parah di bagian kepala. Luka yang dideritanya membuat nyawa pemuda tersebut tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan langkah evakuasi terhadap kedua korban. Jenazah pengendara langsung dibawa ke RS Bhayangkara Hastabrata Kota Batu untuk menjalani proses visum, sementara pihak kepolisian segera mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat kecelakaan.

"Jenazah pengendara kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Hastabrata Kota Batu untuk dilakukan visum," tambahnya.

Baca Juga : Pemkot Malang Pastikan Cari Solusi Penghijauan Kembali Kawasan Jalan Soekarno-Hatta

Di sisi lain, Muhammad Bursa Maulana yang berada di posisi dibonceng berhasil selamat dari maut. Meski demikian, pria paruh baya tersebut mengalami luka memar yang cukup serius di bagian wajah dan langsung dilarikan ke rumah sakit yang sama untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Pihak Satlantas Polres Batu mencatat, selain merenggut nyawa, insiden ini juga mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai angka Rp 2 juta. Atang menegaskan bahwa kewaspadaan adalah kunci utama dalam berkendara. Faktor manusia, terutama kondisi fisik yang tidak prima, seringkali menjadi pemicu utama kecelakaan fatal yang seharusnya bisa dihindari jika pengendara lebih bijak dalam mengukur kemampuan dirinya.

"Kami mengingatkan pengendara untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima, mengurangi kecepatan, dan segera menepi jika merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," pungkas dia.