Alun-alun Merdeka Malang Siap Diresmikan, Bakal Terintegrasi dengan Kawasan Kayutangan Heritage

21 - Jan - 2026, 08:06

Alun-Alun Merdeka Kota Malang.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang telah rampung dan siap memasuki tahap peresmian. Saat ini, pengerjaan hanya menyisakan pembersihan area serta sejumlah penyempurnaan akhir sebelum dibuka secara resmi untuk publik.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan bahwa pembangunan fisik Alun-alun Merdeka telah selesai sesuai kontrak kerja. Ia menyebut, berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK), proyek tersebut dinyatakan rampung pada 20 Januari.

Baca Juga : Women Ride New Honda ADV160, Lady Bikers Jelajahi Pesona Heritage Surabaya

“Ini sudah selesai, tinggal pembersihan dan finishing kecil saja. Sesuai SPK, informasi terakhir dari Bank Jatim, tanggal 20 sudah selesai,” ujar Wahyu.

Rencananya, Alun-alun Merdeka akan diresmikan dalam waktu dekat. Peresmian dijadwalkan dengan menyesuaikan agenda Wali Kota serta kesiapan teknis acara.

“Sekarang masih proses persiapan peresmian sambil menyesuaikan waktu,” imbuhnya.

Wahyu juga mengungkapkan, wajah baru Alun-alun Merdeka kini tampil lebih menarik dengan berbagai fasilitas penunjang. Salah satu daya tarik utamanya adalah air mancur dengan tampilan warna-warni yang diharapkan menjadi magnet baru bagi warga maupun wisatawan.

“Sudah bagus ya. Saya lihat gambarnya juga, air mancurnya ada warna-warni,” katanya.

Tak hanya sekadar ruang terbuka hijau, Alun-alun Merdeka ke depan akan dikembangkan sebagai bagian dari kawasan wisata terpadu. Pemkot Malang berencana mengintegrasikan Alun-alun Merdeka dengan kawasan Kayutangan Heritage dan sejumlah titik bersejarah di sekitarnya.

“Kita ingin memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki menjadi satu kawasan yang terintegrasi. Di sini semuanya saling terkait dan punya nilai historis,” jelas Wahyu.

Baca Juga : 200 Becak Listrik Mengaspal di Kota Malang, Tarif Resmi hingga Jalur Wisata Segera Diatur

Ia menyebutkan, kawasan tersebut memiliki banyak simpul sejarah, mulai dari Alun-alun Merdeka, kawasan heritage di sekitarnya, Taman Rekreasi Kota (Tarekot), kawasan Splendid, Balai Kota Malang, Stasiun Kota Baru, hingga Pendopo Kabupaten Malang.

“Nanti semuanya jadi satu kawasan. Ini kan punya keterkaitan sejarah,” ucapnya.

Melalui penataan kawasan terpadu ini, Pemkot Malang juga menargetkan penyelesaian sejumlah persoalan klasik, seperti penataan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir. Dengan konsep penataan menyeluruh, diharapkan aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban dan estetika kawasan.

“Dengan penataan ini, kita juga akan mengatur PKL dan parkir. Jadi masalah-masalah yang selama ini ada bisa kita selesaikan bersama,” pungkas Wahyu.

Dengan wajah baru dan konsep integrasi kawasan heritage, Alun-alun Merdeka diharapkan menjadi ikon ruang publik sekaligus destinasi wisata unggulan Kota Malang.