Bukan Sekadar Tes, STIE Malangkucecwara Bongkar Cara Dunia Kerja Menilai Kandidat

Editor

A Yahya

21 - Jan - 2026, 12:12

STIE Malangkucecwara menggelar pembekalan melalui agenda bertajuk Bukan Sekedar Tes : Cara Rekrutmen menilai Kandidat (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara kembali menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal menuju kompetisi nyata di dunia kerja. Hal itu tercermin dalam kegiatan pembekalan calon wisudawan menjelang wisuda April 2026 yang digelar kampus tersebut, dengan fokus pada pemahaman proses rekrutmen modern yang kini semakin selektif dan berbasis psikologis.

Pembekalan yang digelar Rabu, (21/1/2026) di STIE Malangkucecwara dengan tajuk "Bukan Sekedar Tes : Cara Rekrutmen Menilai Kandidat" ini, bukan agenda seremonial semata. Kampus yang dikenal dengan sebutan ABM itu secara sadar mengarahkan mahasiswa untuk memahami realitas dunia kerja yang tidak lagi hanya menilai kecakapan akademik, tetapi juga kesiapan mental, cara berpikir, dan karakter personal.

1

Wakil Ketua III STIE Malangkucecwara, Dr. Drs. Kadarusman, Ak., M.M., CA., menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi hari ini dituntut hadir sebagai pribadi yang utuh, bukan sekadar pemegang ijazah.

Baca Juga : Mengurai Asal-usul Bulan Ruwah: Syaban dalam Ingatan Spiritual Orang Jawa

“Kami tidak ingin lulusan STIE Malangkucecwara hanya siap lulus, tetapi tidak siap bersaing. Dunia kerja sekarang menilai cara berpikir, cara bersikap, dan cara menghadapi tekanan. Itu yang kami siapkan melalui pembekalan ini,” tegas Kadarusman.

Menurutnya, proses rekrutmen telah berkembang jauh dan menuntut kesiapan yang lebih kompleks. Karena itu, kampus merasa berkewajiban membekali mahasiswa dengan pemahaman sejak dini tentang bagaimana perusahaan membaca potensi kandidat.

2

“Rekrutmen hari ini bukan hanya soal kemampuan teknis. Ada proses wawancara, asesmen psikologi, dan penilaian kepribadian yang semuanya membutuhkan kesiapan mental dan kejujuran diri,” lanjutnya.

Pembekalan ini menghadirkan pemateri dari mitra Pusat Karier STIE Malangkucecwara, yakni Vernon Edu. Materi disampaikan oleh Veronika Olivia S, M.Psi, psikolog sekaligus praktisi HRD yang telah belasan tahun menangani proses seleksi karyawan di berbagai perusahaan.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 30 calon wisudawan secara luring, dengan sebagian lainnya mengikuti secara hybrid, termasuk mahasiswa yang telah bekerja dan peserta program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

3

Koordinator Career Development Center (CDC) STIE Malangkucecwara, Rina Irawati S.E,. M.M, menjelaskan bahwa pembekalan ini dirancang untuk melengkapi proses pendidikan yang telah diberikan kampus selama masa studi.

“Kami sudah membekali mahasiswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Namun saat masuk dunia kerja, mereka harus tahu bagaimana memanfaatkan semua itu dalam proses seleksi yang kompetitif,” ujarnya.

Rina menambahkan, dalam konteks persaingan kerja, tidak ada istilah cukup. Mahasiswa dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak terjebak pada rasa aman semu yang sering muncul akibat kemudahan teknologi.

Baca Juga : SBY Ingatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga, Cara Pencegehannya Makin Sempit

“Teknologi memang memudahkan banyak hal, tetapi tidak otomatis membuat seseorang unggul. Justru di situlah tantangannya, bagaimana teknologi digunakan secara cerdas dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia juga menyoroti perbedaan karakter generasi mahasiswa saat ini yang tumbuh bersama teknologi. Menurutnya, pendekatan pendidikan dan pembekalan pun harus menyesuaikan tanpa kehilangan esensi pembentukan karakter.

Sementara itu, Kadarusman kembali menekankan bahwa peran kampus adalah menjembatani dunia akademik dengan realitas profesional.

“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa persaingan kerja itu nyata. Kampus hadir untuk mempersiapkan mereka agar tidak kaget, tidak salah langkah, dan mampu menampilkan potensi terbaiknya sejak tahap seleksi,” tandasnya.

Melalui pembekalan ini, STIE Malangkucecwara menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menyiapkan generasi profesional yang adaptif, sadar diri, dan siap menghadapi dunia kerja yang terus berubah.