BISTF IPAC 3 2026 Kota Batu Tampilkan Persaingan 75 Atlet Top Dunia, Dongkrak Ekonomi lewat Sport Tourism

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Yunan Helmy

31 - Jul - 2026, 03:40

BISTF digelar kembali di Gunung Banyak Songgokerto dan Lapangan Somggomaruto dengan kehadiran 75 peserta dari Indonesia dan Malaysia.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Gelaran Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) yang dirangkaikan dengan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 3rd Series 2026 resmi dibuka di area landing paralayang Lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, Jumat (31/7/2026). Penyelenggaraan kompetisi ketepatan mendarat paralayang tingkat internasional tahun ini mencatatkan rekor sebagai seri terbesar sepanjang kalender kejuaraan IPAC 2026.  

Berdasarkan data resmi kejuaraan, pelaksanaan IPAC Seri 3 di Kota Batu berhasil menyedot partisipasi 75 pilot. Angka keikutsertaan ini mengalami lonjakan drastis sebesar 150 persen jika dibandingkan dengan seri kedua di Kotabaru Kalimantan Selatan yang mengumpulkan 30 peserta serta naik 70,5 persen dibanding seri pertama di Paser, Kalimantan Timur. Peningkatan ini juga mencatatkan rekor keterlibatan pilot putri tertinggi sebanyak 23 orang, serta dominasi kelompok regenerasi junior U26 yang mencapai 37 atlet.  

Baca Juga : Nurman Herin Jadi Tersangka Baru Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siapa Dia?

Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar panggung kompetisi dirgantara, melainkan sarana efektif memperkenalkan Kota Batu ke kancah global sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Berkaca dari penyelenggaraan tahun sebelumnya yang sukses mendatangkan peserta internasional dan mendongkrak omzet UMKM, BISTF 2026 diharapkan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih luas bagi sektor perhotelan, kuliner, dan jasa wisata lokal.  

"Pada penyelenggaraan tahun lalu, BISTF berhasil menghadirkan peserta dari dua negara dan berlangsung dengan aman, lancar, serta mendapat apresiasi dari komunitas olahraga dirgantara internasional. Bahkan selama pelaksanaan event, UMKM di sekitar venue mampu meningkatkan omzetnya, sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga jasa wisata ikut bergerak," kata Nurochman.  

Nurochman menegaskan pentingnya dampak nyata ajang olahraga terhadap kesejahteraan warga lokal. "Sport tourism bukan hanya tentang mengejar medali, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Ketika atlet datang, hotel terisi. Ketika wisatawan hadir, UMKM hidup. Ketika Kota Batu dikenal dunia, ekonomi masyarakat ikut tumbuh," tegas pria asli Desa Sumberejo itu.  

Ajang bergengsi ini turut menjadi arena pembuktian kualitas Indonesia sebagai peringkat tiga dunia dalam ranking ketepatan mendarat. Kejuaraan di Kota Batu menghadirkan persaingan sengit karena diikuti oleh lima atlet nasional yang masuk dalam jajaran 20 besar dunia, seperti Pangeran Pribaya, Rizky Maulana, Alvin Pratama, Damar Harimurti, dan Jafro Megawanto. Selain atlet nasional, ajang ini juga diperkuat oleh deretan pilot berpengalaman asal Malaysia.  

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengungkapkan bahwa lonjakan peserta tahun ini terbilang signifikan dibanding seri-seri sebelumnya maupun pelaksanaan tahun lalu.

"Terkait dengan perkembangan kalau dilihat dari jumlah peserta dibandingkan tahun lalu memang ada kenaikan," ungkap Onny.

Baca Juga : Semester Pertama 2026, User JConnect Naik dan Tembus Satu Juta Lebih Pengguna

Onny menambahkan bahwa Seri 3 di Batu menjadi yang paling banyak menarik minat atlet Indonesia di ajang IPAC 2026. "Tapi dibandingkan seri-seri IPAC yang di Indonesia yang dilaksanakan di tahun 2026 ini, kita memang lebih banyak dibandingkan di daerah lain, seri IPAC pertama, kedua, dan ketiga. Kita pada saat ini adalah di jumlahnya di 75 peserta," tambahnya.

Ia juga membeberkan antusiasme pendaftar sebenarnya sangat tinggi hingga mencapai 85 orang, sebelum beberapa atlet asing terkendala akses penerbangan.

"Dan alhamdulillah responnya juga cukup luar biasa, meskipun ada beberapa peserta yang memang di awal itu sudah mendaftar tapi kemudian membatalkan karena ada kesulitan terkait dengan transportasi, karena memang cukup jauh dari Mongolia dan dari India," terang Onny.