Enam Jurnal UIN Malang Naik Peringkat, Perkuat Daya Saing Riset di Tingkat Nasional

Editor

Yunan Helmy

31 - Jul - 2026, 02:58

6 jurnal UIN Maliki Malang naik peringkat. (ist)

JATIMTIMES – Akreditasi jurnal ilmiah tidak lagi sekadar menjadi urusan administratif perguruan tinggi. Peringkat yang diraih dalam sistem Science and Technology Index (Sinta) kini menjadi salah satu tolok ukur kualitas tata kelola publikasi, kapasitas riset, hingga reputasi akademik sebuah kampus.

Momentum itu tercermin dari capaian Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang setelah 10 jurnal ilmiahnya memperoleh hasil akreditasi terbaru berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Peringkat Akreditasi Baru Jurnal Ilmiah Periode 3 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 28 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, enam jurnal berhasil meningkatkan peringkatnya.

Baca Juga : Semester Pertama 2026, User JConnect Naik dan Tembus Satu Juta Lebih Pengguna

Kenaikan paling menonjol diraih Ijaz Arabi: Journal of Arabic Learning yang masuk ke Sinta 1. Hasil ini membuat UIN Malang kini memiliki lima jurnal berstatus Sinta 1.

Pada kategori Sinta 2, El-Harakah: Jurnal Budaya Islam mempertahankan predikatnya. Sementara El-Muhasaba: Jurnal Akuntansi, Maliki Islamic Economics Journal, dan Journal of Indonesian Psychological Science (JIPS) melonjak dari Sinta 4 ke Sinta 2. Iqtishoduna juga berhasil naik dari Sinta 3 menjadi Sinta 2.

Di kelompok Sinta 3, MEC-J: Management and Economics Journal tetap bertahan. Sedangkan Matics: Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi meningkat satu tingkat. Adapun Journal of Islamic Education dan Kitaba: Journal of Interdisciplinary Arabic Learning memperoleh akreditasi baru pada peringkat Sinta 4.

Kepala Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) UIN Malang Prof Dr Rohmani Nur Indah MPd menilai hasil tersebut menjadi pengingat bahwa reputasi jurnal tidak dibangun dari banyaknya artikel yang diterbitkan, melainkan dari konsistensi menjaga mutu naskah dan tata kelola editorial. "Sekali lagi, pertahankan kualitas. Jangan mengejar kuantitas," tegasnya.

Menurut Prof Indah, tantangan pengelolaan jurnal saat ini juga tidak hanya berkaitan dengan proses editorial. Stabilitas infrastruktur digital menjadi faktor penting, terlebih di tengah meningkatnya ancaman malware dan gangguan siber yang dapat menghambat operasional laman jurnal. Karena itu, ia mengapresiasi kesiapsiagaan Tim PTIPD dalam menjaga layanan publikasi ilmiah UIN Malang tetap berjalan.

Baca Juga : Dari Bangku SMK ke Juara Nasional, Alumni SMKN 1 Badegan Ponorogo Jadi Inspirasi Generasi Vokasi

Ia berharap pengoperasian Data Center Kampus 3 pada 2027 dapat memperkuat ekosistem publikasi ilmiah sehingga proses pengelolaan maupun akreditasi jurnal berlangsung lebih efektif dan minim kendala teknis.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama UIN Malang Prof Dr HM. Abdul Hamid MA memandang capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif yang memperlihatkan keseriusan kampus membangun reputasi akademik melalui publikasi ilmiah. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Pusat Publikasi Ilmiah beserta seluruh tim pengelola jurnal yang dinilainya menjadi penggerak utama di balik peningkatan kualitas jurnal UIN Malang.

"Terima kasih kepada tim PPI dan seluruh tim jurnal yang luar biasa," tulis Abdul Hamid dalam forum pengelola jurnal.