Meski Bangunan Kian Sepi dan Rusak, Pasar Besar Masih jadi Tumpuan Banyak Pedagang

Reporter

Riski Wijaya

02 - May - 2026, 05:50

Kondisi bangunan Pasar Besar yang dulu menjadi area pusat perbelanjaan Matahari kini nampak semakin terbengkalai.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Rencana revitalisasi Pasar Besar Malang hingga kini masih menemui perbedaan pandangan antara pemerintah dan sebagian pedagang. Di tengah pembahasan tersebut, kondisi bangunan pasar disebut semakin mengkhawatirkan karena terdapat sejumlah bagian yang mengalami keretakan.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengatakan, polemik revitalisasi Pasar Besar sejauh ini masih dipengaruhi belum adanya kesamaan persepsi terkait kebutuhan renovasi pasar.

Baca Juga : Pemkot Blitar Siapkan Perbaikan Jembatan Gotong Royong di Bendogerit, Target Pengerjaan Juni 2026

“Kalau itu kan memang ada keinginan tidak direnovasi, ada yang mau direnovasi. Jadi masih penyamaan persepsi saja sebetulnya,” ujar Mia, sapaan akrabnya.

Menurutnya, proses komunikasi antara pemerintah dan pedagang perlu terus diperkuat agar ditemukan titik temu mengenai masa depan Pasar Besar. Terlebih, kondisi fisik bangunan saat ini dinilai membutuhkan perhatian.

“Sekarang kan kondisinya mengkhawatirkan, sudah retak-retak seperti itu,” katanya.

Kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan tersebut, praktis membuat pengunjung kian sepi. Terutama di bagian bangunan bertingkat yang sebenarnya difungsikan sebagai area parkir.

Area ini nyaris nampak seperti bangunan yang telah lama terbengkalai. Area ini dulunya menjadi salah satu akses utama menuju pusat perbelanjaan Matahari. 

Tak hanya itu, area yang dulu ditempati pusat perbelanjaan tersebut juga sangat memprihatinkan. Kerusakan yang terdapat di beberapa bagian menguatkan kesan bahwa bangunan itu semakin tak terurus. 

Mia menegaskan, pada dasarnya kebijakan revitalisasi bertujuan menyediakan tempat usaha yang lebih layak dan aman bagi masyarakat. Karena itu, ia menilai persoalan utama dalam pembahasan revitalisasi saat ini lebih banyak berkaitan dengan komunikasi antar pihak.

“Sebetulnya semua kebijakan itu tidak ada yang niatnya untuk mempersulit atau mengambil hak. Tinggal komunikasi saja yang perlu dirajut lebih baik lagi,” imbuhnya.

Kendati demikian, tak dipungkiri bahwa keberadaan Pasar Besar memang menjadi tumpuan masyarakat sebagai salah satu aktivitas perekonomian. Sehingga, meskipun kondisi bangunan memperihatinkan, masih banyak pedagang yang bertumpu pada Pasar Besar. 

Baca Juga : Hardiknas 2026, Bupati Situbondo Tekankan Kolaborasi dan Inovasi Pendidikan

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi memastikan proses revitalisasi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) tetap berjalan.

Pemkot Malang, kata Eko, telah melakukan koordinasi dengan tim KPBU di Jakarta dan kini memasuki tahap pemantapan dokumen pendukung proyek.

“Sekarang sudah mulai tindak lanjut rapat-rapat koordinasi untuk pemantapan dokumennya,” ujarnya.

Ia menyebut dokumen yang disiapkan meliputi Detail Engineering Design (DED), kajian teknis, hingga desain terbaru revitalisasi Pasar Besar. Seluruh dokumen tersebut telah diserahkan kepada tim KPBU untuk proses kajian lebih lanjut.

“Sudah lengkap semua. Tinggal dikaji dari pihak KPBU yang nanti turun ke Malang melihat kondisi,” katanya.

Namun demikian, jadwal pasti tahapan lanjutan revitalisasi masih menunggu keputusan dari pihak KPBU. Pemerintah berharap proses peninjauan lapangan dapat dilakukan dalam waktu dekat.