Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Protes Gaya Otoriter Donald Trump

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

29 - Mar - 2026, 01:39

Jutaan warga Amerika demo besar-besaran. (Foto: reuters)

JATIMTIMES - Gelombang demonstrasi besar bertajuk No Kings kembali melanda Amerika Serikat. Aksi ini diikuti jutaan warga yang turun ke jalan di berbagai kota untuk menyuarakan penolakan terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Aksi berlangsung serentak pada Sabtu (29/3/2026) waktu setempat. Berdasarkan laporan AFP, penyelenggara menyebut sedikitnya 8 juta orang terlibat dalam lebih dari 3.300 aksi yang tersebar di seluruh 50 negara bagian.

Baca Juga : PKB Kabupaten Malang Tegur Keras Tirta Kanjuruhan yang Tidak Sertakan Foto Wabup di Acara Halalbihalal

Para demonstran menyoroti sejumlah isu, mulai dari gaya kepemimpinan yang dinilai otoriter, kebijakan imigrasi yang ketat, hingga konflik dengan Iran. Gerakan ini menjadi gelombang ketiga dalam kurang dari setahun sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025.

No Kings sendiri dikenal sebagai gerakan akar rumput yang konsisten mengkritik kebijakan pemerintah. “Trump ingin memerintah kami seperti seorang tiran. Tapi ini Amerika, dan kekuasaan berada di tangan rakyat, bukan di tangan calon raja atau kroni miliardernya,” kata para penyelenggara aksi demonstrasi seperti dikutip dari BBC, Minggu (29/3/2026).

Aksi berlangsung di berbagai kota besar seperti New York City, Washington, D.C., hingga Los Angeles. Bahkan, kota-kota kecil juga ikut terlibat dalam demonstrasi ini.

Di Washington, ribuan massa memadati kawasan National Mall hingga tangga Lincoln Memorial. Mereka membawa berbagai spanduk bernada protes seperti “Trump Harus Mundur Sekarang!” dan “Lawan Fasisme”.

Sementara di Atlanta, seorang veteran militer, Marc McCaughey, menyuarakan kegelisahan yang dirasakan banyak warga. "Tidak ada negara yang dapat memerintah tanpa persetujuan rakyat," katanya.

"Kami di sini karena kami merasa Konstitusi terancam dalam berbagai cara. Keadaan tidak normal. Keadaan tidak baik," imbuhnya.

Di wilayah lain seperti Michigan, demonstran bahkan tetap turun ke jalan meski suhu berada di bawah titik beku.

Aksi ini juga diikuti sejumlah tokoh publik. Aktor peraih Oscar Robert De Niro terlihat hadir dalam demonstrasi di New York.

Selain itu, berbagai aksi simbolik turut mewarnai unjuk rasa. Demonstran membawa patung hingga boneka yang menyerupai Trump dan pejabat pemerintah lainnya sebagai bentuk kritik.

Baca Juga : Angin Kencang Terjang Pakisaji, Kos hingga Warung Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Di Minnesota, aksi serupa juga dilakukan karena dipicu kematian dua warga akibat tindakan agen imigrasi federal. 

Gelombang No Kings tak hanya terjadi di dalam negeri. Aksi serupa juga digelar di sejumlah kota Eropa seperti Amsterdam, Madrid, dan Rome, dengan puluhan ribu peserta turun ke jalan.

Para demonstran di luar AS juga membawa pesan serupa, mulai dari kritik terhadap kebijakan luar negeri hingga seruan pemakzulan Trump.

Di tengah derasnya kritik, Trump sebelumnya menepis tuduhan bahwa dirinya bertindak seperti diktator. “Mereka menyebut saya sebagai raja. Saya bukan raja,” katanya dalam wawancara dengan Fox News pada Oktober.

Meski begitu, para pengkritik menilai sejumlah kebijakan pemerintahannya berpotensi mengancam demokrasi dan tidak sejalan dengan konstitusi.

Aksi No Kings kali ini juga menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir di AS.