Kronologi Pesawat Pelita Air Jatuh di Nunukan, Masih 10 Menit Mengudara
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
19 - Feb - 2026, 03:30
JATIMTIMES - Pesawat Pelita Air Service (PAS) 7101 rute Long Bawan–Tarakan dilaporkan jatuh di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026). Pesawat diduga mengalami insiden sekitar 10 menit setelah lepas landas.
Berdasarkan data yang dihimpun dari AirNav Indonesia, pesawat berangkat dari Long Bawan pada pukul 12.10 WITA. Seharusnya, pesawat melaporkan posisi saat melintas Malinau pada 12.24 WITA dan dijadwalkan tiba di Tarakan pukul 13.15 WITA. Namun, komunikasi tak pernah terjadi sesuai jadwal.
Mulanya, pada pukul 12.20 WITA, menara pengawas di Malinau menerima informasi dari pesawat lain berkode PK BVN yang menangkap sinyal darurat atau Emergency Locator Transmitter (ELT). Sinyal ini umumnya aktif otomatis ketika pesawat mengalami benturan keras.
Tujuh menit berselang, pukul 12.27 WITA, pesawat lain berkode PK MEE juga melaporkan mendengar sinyal darurat yang sama.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada 12.30 WITA pihak Malinau mengidentifikasi koordinat sumber sinyal berada di titik N 03 53 53 E 115 52 43.
Sekitar pukul 12.50 WITA, informasi dari Long Bawan menyebutkan tim bandara bergerak menuju lokasi yang diperkirakan berada sekitar 5 kilometer dari ujung landasan, di balik perbukitan.
Seorang saksi mata yang berada di apron bandara dilaporkan melihat pesawat menukik tajam sebelum hilang dari pandangan.
Hingga pukul 13.15 WITA, atau saat estimasi waktu kedatangan (ETA) di Tarakan, pesawat tidak melakukan kontak dengan otoritas setempat.
Pihak Pelita Air Service membenarkan adanya insiden tersebut. Penjabat Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna, menjelaskan pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan penerbangan charter kargo.
Baca Juga : Sama-Sama Terjadi di Kota Batu, Dua Kecelakaan Beruntun Ini Renggut Nyawa gegara Rem Blong
"Penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki oleh satu orang pilot, tanpa awak kabin maupun penumpang," kata Patria, dikutip Kumparan, Kamis (19/2/2026).
Ia menambahkan, perusahaan saat ini masih melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penyebab jatuhnya pesawat.
"Informasi resmi dan perkembangan terbaru akan kami sampaikan secara berkala melalui kanal resmi Pelita Air," ucapnya.
Informasi awal dari AirNav Indonesia menyebutkan kondisi cuaca saat kejadian relatif cerah dengan jarak pandang mencapai 9 kilometer.
