Ketua DPRD Dampingi Bupati Magetan Tinjau Los Baru Pasar Sayur, Pastikan Kelayakan Fasilitas
Reporter
Basworowati Prasetyo Nugraheni
Editor
Yunan Helmy
19 - Feb - 2026, 08:33
JATIMTIMES – Rencana relokasi pedagang pelataran di Pasar Sayur Magetan menemui titik terang setelah Ketua DPRD Kabupaten Magetan Ratno melakukan tinjauan lapangan mendampingi Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi baru serta menyelaraskan aspirasi para pedagang yang selama ini berjualan dalam kondisi serba terbatas.
Baca Juga : Tips agar Tidak Lemas saat Puasa Pertama: Cara Menjaga Stamina Tetap Prima Seharian
Relokasi ini bukan sekadar pemindahan fisik, melainkan upaya bersama untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan pedagang kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di Kabupaten Magetan.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti dalam tinjauan tersebut menekankan bahwa pemerintah daerah sangat memperhatikan nasib pedagang pelataran. Selama ini, mereka harus berjualan di area terbuka tanpa pelindung yang layak.
"Kami sangat memperhatikan nasib pedagang pelataran. Selama ini mereka berjualan di luar tanpa pelindung, kalau cuaca buruk kehujanan dan minim penerangan saat subuh. Ini yang ingin kita perbaiki," ujar Bunda Nanik.
Terkait kapasitas, bupati menyatakan bahwa lokasi saat ini sudah cukup untuk menampung seluruh pedagang yang terdata. "Namun, kita akan terus melihat perkembangan ke depan. Jika memang diperlukan, ada kemungkinan untuk dilakukan penambahan lagi. Prioritas kita saat ini adalah memastikan penyediaan akses jalan yang memadai bagi mereka," imbuhnya.
Ketua DPRD Magetan Ratno mempertegas bahwa kunci keberhasilan relokasi ini terletak pada pemenuhan fasilitas umum, terutama akses jalan yang sesuai peruntukannya.
Berdasarkan kesepakatan yang telah dijalin, para pedagang menunjukkan sikap yang sangat kooperatif demi kepentingan bersama.
Baca Juga : Sekda Budiar Apresiasi DWP Kabupaten Malang yang Gelar Pelatihan Pembuatan Roti dan Edukasi Petik Alpukat
Sesuai kesepakatan sebelumnya, sebanyak 225 pedagang, mulai dari area pintu masuk sampai landasan akhir, sudah menyatakan berkenan untuk geser atau direlokasi.
"Komitmen mereka luar biasa. Mereka bahkan tidak mempermasalahkan apakah nantinya mendapatkan lapak atau tidak. Yang paling utama bagi mereka adalah fasilitas umum berupa jalan sudah tersedia dan akses masuk dibuat sesuai peruntukannya," kata ketua DPRD di sela-sela peninjauan.
Ketua DPRD menambahkan bahwa bagi pedagang ethek yang mobilitasnya tinggi dengan membawa beban (bronjong), akses yang praktis dan luas adalah harga mati. Ia meminta eksekutif memastikan jalur distribusi tidak terhambat oleh desain pasar yang sempit.
"Para pedagang sudah legawa untuk mau menggeser lapaknya demi ketertiban pasar. Maka pemerintah wajib membayar kepercayaan itu dengan menyediakan akses jalan yang mumpuni. Jangan sampai relokasi ini justru menyulitkan mereka," ujar Ratno "Kami akan kawal agar arus keluar-masuk lancar dan ekonomi pedagang tetap tumbuh," sambungnya.
