Tips agar Tidak Lemas saat Puasa Pertama: Cara Menjaga Stamina Tetap Prima Seharian

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

19 - Feb - 2026, 06:53

Ilustrasi lemas di hari pertama puasa. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Ramadan 1447 H/2026 telah tiba. Memasuki Bulan Suci ini, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Ibadah puasa menjadi momen istimewa yang dijalani dengan penuh semangat meski tak jarang tubuh terasa lebih lemas, terutama di hari-hari awal.

Baca Juga : Ramalan 12 Zodiak 19 Februari Spesial Ramadan Pertama 2026: Cinta, Karier, Keuangan dan Kesehatan

Rasa lemas saat puasa sebenarnya hal yang wajar, khususnya pada 3–4 hari pertama. Pada fase ini, tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan dan jam istirahat. Setelah melewati masa penyesuaian, biasanya kondisi tubuh akan kembali stabil.

Namun, jika rasa lemas terus berlanjut hingga pertengahan Ramadan, bisa jadi ada yang kurang tepat dalam pola makan, pola minum, atau kebiasaan sehari-hari. 

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa cara sederhana namun efektif agar tubuh tetap bertenaga selama menjalani puasa.

1. Pastikan Asupan Cairan Tercukupi

Dehidrasi menjadi penyebab utama tubuh terasa lemas saat berpuasa. Karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan saat berbuka hingga sahur.

Idealnya, konsumsi delapan gelas air putih setiap hari. Anda bisa membaginya dengan pola berikut:

• 2 gelas saat berbuka puasa

• 4 gelas di antara waktu berbuka hingga sebelum tidur

• 2 gelas saat sahur

Selain air putih, asupan cairan juga bisa diperoleh dari buah-buahan yang kaya air seperti semangka, melon, dan jeruk. Yogurt juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Sebaliknya, sebaiknya batasi minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda karena dapat memicu tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

2. Konsumsi Makanan Tinggi Serat saat Sahur

Menu sahur berperan besar dalam menjaga energi sepanjang hari. Pilih makanan yang mengandung serat tinggi karena dicerna lebih lambat sehingga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Beberapa contoh makanan tinggi serat yang bisa dikonsumsi saat sahur antara lain:

• Sayur-sayuran hijau

• Buah segar

• Kacang-kacangan

• Biji-bijian

• Gandum utuh

Kombinasikan juga dengan sumber protein seperti telur, tahu, tempe, atau daging tanpa lemak agar energi lebih stabil dan tidak cepat turun di siang hari.

3. Tetap Lakukan Olahraga Ringan

Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru dengan aktivitas fisik ringan, tubuh akan terasa lebih segar dan tidak mudah lesu.

Baca Juga : Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan Malam dan Tingkatkan Patroli

Tidak perlu olahraga berat. Cukup berjalan kaki selama 10–15 menit sudah membantu menjaga kebugaran. Waktu terbaik untuk berolahraga ringan adalah:

• Pagi hari sebelum matahari terlalu terik

• Sore hari menjelang waktu berbuka

Dengan rutin bergerak, peredaran darah menjadi lebih lancar dan tubuh tetap terasa fit selama berpuasa.

4. Atur Waktu Tidur dan Jangan Lewatkan Sahur

Kurang tidur bisa membuat tubuh terasa sangat lemas di siang hari. Selama Ramadan, pola tidur memang berubah, namun kualitasnya tetap harus dijaga.

Beberapa hal yang bisa dilakukan:

• Hindari makan berat dua jam sebelum tidur

• Usahakan tidak begadang tanpa keperluan penting

• Pasang alarm agar tidak melewatkan sahur

Sahur sangat penting karena menjadi sumber energi utama sebelum beraktivitas. Melewatkan sahur bisa membuat tubuh lebih cepat lelah dan sulit berkonsentrasi.

Menjalani puasa dengan tubuh yang bugar bukan hal yang sulit jika Anda menerapkan pola hidup sehat. Cukupi kebutuhan cairan, pilih makanan bergizi saat sahur dan berbuka, tetap aktif bergerak, serta atur waktu istirahat dengan baik.

Dengan persiapan yang tepat, Ramadan dapat dijalani dengan penuh semangat tanpa rasa lemas berlebihan. Puasa pun terasa lebih ringan dan ibadah semakin khusyuk.