Jangan asal Pagi Siang Malam, Jadwal Minum Obat yang Salah Bisa Picu Resistensi Bakteri
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
14 - Feb - 2026, 09:04
JATIMTIMES - Kebiasaan minum obat mengikuti jam makan seperti pagi, siang, dan malam ternyata masih banyak dilakukan masyarakat. Padahal, pola tersebut dinilai keliru dan berpotensi mengurangi efektivitas obat, bahkan memicu resistensi bakteri.
Hal tersebut dibeberkan apoteker Andi Permana. Ia mengingatkan pentingnya memahami aturan minum obat berdasarkan interval waktu, bukan sekadar rutinitas makan.
Baca Juga : 7 Tanda Stres Berat yang Terlihat dari Pola Tidur, Tubuh Sering Kirim Sinyal Diam-Diam
Melihat banyak pasien menerjemahkan aturan 3 x 1 sehari sebagai diminum saat sarapan, makan siang, dan makan malam. Sekilas terlihat teratur, namun secara farmakologis justru menimbulkan celah waktu tanpa perlindungan obat di dalam tubuh.
“Kalau tertulis 3 x 1, itu artinya diminum setiap 8 jam, bukan sekadar pagi, siang, malam mengikuti jam makan. Karena setiap obat punya durasi kerja tertentu. Kalau jadwalnya tidak tepat, akan ada waktu di mana kadar obat di darah turun dan tidak efektif lagi,” jelas Andi.
Ia mengibaratkan obat seperti petugas keamanan yang menjaga tubuh dari serangan bakteri atau virus. Jika jadwalnya tidak sesuai, maka akan ada waktu kosong tanpa perlindungan.
“Bayangkan obat itu seperti satpam yang bekerja bergantian. Kalau ada jeda terlalu lama, misalnya sampai 12 jam, maka ada waktu beberapa jam tubuh tidak dijaga,” imbuh Andi.
"Di situlah bakteri bisa bangkit lagi dan berkembang. Ini yang bisa menyebabkan resistensi, bukan karena obatnya tidak manjur, tapi karena cara minumnya tidak disiplin,” ujar Andi.
Andi mencontohkan, antibiotik dengan aturan 3 x 1 seharusnya diminum setiap 8 jam, misalnya pukul 06.00, 14.00, dan 22.00. Sementara obat 2 x 1 berarti setiap 12 jam, dan 1 x 1 berarti setiap 24 jam pada waktu yang sama setiap hari.
Ia juga menekankan bahwa tubuh masih memiliki toleransi keterlambatan sekitar 30 hingga 60 menit. Namun, jika keterlambatan mencapai beberapa jam, maka efektivitas obat bisa terganggu.
Baca Juga : Catat! SIM dan Samsat Malang Kota Tutup saat Libur Imlek, Ada Toleransi Perpanjangan
“Untuk antibiotik dan obat rutin seperti darah tinggi atau diabetes, disiplin waktu adalah harga mati. Jangan menyesuaikan dengan jam makan, tapi sesuaikan jam makan dengan jadwal obat jika perlu,” tambah Andi.
Ia pun menyarankan masyarakat memasang alarm sebagai pengingat agar tidak melewatkan jadwal minum obat. Langkah sederhana ini dinilai penting untuk memastikan terapi berjalan optimal.
“Pasang alarm di ponsel. Jangan ditunda atau di-snooze. Karena menunda minum obat berarti memberi kesempatan penyakit untuk berkembang lagi,” ucap Andi.
Ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya aturan minum obat yang benar, sehingga pengobatan bisa maksimal dan risiko resistensi dapat dicegah.
