Menengok Jejak Sejarah Jembatan Lama Lewat Bingkaian Foto

20 - Mar - 2019, 09:36

Salah satu pengunjung melihat foto tentang sejarah jembatan lama. (Eko Arif S /JatimTIMES)

Derap langkah kaki para pengunjung Kediri Town Square yang lalu lalang seakan berhenti sejenak. Pemandangan mereka tertuju pada puluhan foto yang dicetak dan dibingkai secara rapi. Ratusan pasang mata seakan sepakat menengok ke arah foto yang ditata berjajar rapi.

Disanalah “Kediri’s Photograph Museum” menempatkan foto-foto tentang sejarah perjalanan pembangunan Jembatan Lama (Brug Over den Brantas te Kediri) yang genap berusia 150 tahun.

Foto- foto itu merupakan penggalan sejarah perjalanan jembatan lama yang dibangun pada tahun 1869.

Menurut Iman Mubarok pemilik Kediri’s Photograph Museum dan juga seorang pemerhati sejarah mengatakan, foto yang kami pamerkan ada sekitar 20 foto. Foto saat Jembatan Lama diresmikan pada 18 Maret 1869. Ada juga foto jembatan pada era kemerdekaan," jelasnya kepada KEDIRITIMES, Rabu (20/3/19).

Dalam berbagai koleksi foto yang dipamerkan "Kediri's Photograph Museum", digambarkan beberapa kali jembatan ini diterjang derasnya aliran Sungai Brantas dan yang paling parah adalah pada tahun 1954, pagar-pagarnya roboh, namun karena konstruksinya yang luar biasa menjadikan jembatan ini tak bergeser sedikit pun.

Selain banjir ada beberapa foto menggambarkan jembatan ini juga pernah menjadi saksi pernikahan Putri Juliana dan Pangeran Bernhard pada 7 Januari 1937.

Saat pernikahan Ratu Kerajaan Belanda yg memiliki nama lengkap Juliana Louise Marie Wilhelmina van Oranje-Nassau, Jembatan Lama Kota Kediri dihiasi dengan lampu yang sangat indah, dari ujung ke ujung jembatan.

Menurut Imam Mubarok, dari hasil pelacakannya, beberapa foto ditemukan pada 2013. Hasilnya Jembatan Lama yang telah menjadi salah satu ikon Kota Kediri ternyata sejarahnya sangat luar biasa.

Sementara dari penelusuran Imam Mubarok, jembatan besi pertama di Jawa ini dirancang seorang insinyur bernama Sytze Westerbaan Muurling.

Data tentang pembangunan Jembatan Lama tersebut diperoleh dari buku yang didapatkan dari Belanda dengan judul “Nieuw Nederlandsch Biografisch Woordenboek”. “Kami butuh penelusuran yang cukup lama untuk mengungkap misteri jembatan lama,” ungkap Imam Mubarok.

Olivier Johanes, salah satu narasumbernya di Belanda yang juga seorang pengamat budaya Indonesia, merupakan orang yang pertama menyebutkan tentang sejarah panjang Jembatan Lama Kota Kediri.

Oliver juga memberikan informasi seputar pembangunannya pada abad 18. Keberadaan Jembatan Lama yang menjadi penghubung wilayah barat dan timur Kota Kediri itu sangat diperlukan pada masa itu. Karena melalui Jembatan Lama menjadi penghubung wilayah Madiun dan Surabaya.

Sementara penelusuran terkait siapa Sytze Westerbaan Muurling, Imam Mubarok mendapatkan data jika insinyur itu pernah mendapatkan julukan chief engineer di massanya. Sytze Westerbaan lahir di Belanda pada 29 November 1836 dan meninggal dunia 17 Oktober 1876 di Batavia. 

Sementara dari sejarah pembangunan sendiri diperoleh informasi jika pembangunan Jembatan Lama harus tiga kali dilakukan lelang. Lelang pertama dilakukan 27 April 1863 di Batavia berakhir dengan kegagalan. Selanjutnya lelang kedua 30 Desember 1863 juga di Batavia untuk pemborongan pekerjaan di bawah tangan juga gagal. Baru pada lelang ketiga 31 Juli 1865 pemborongan pekerjaan berhasil dengan nilai 212.000 gulden.

Imam Mubarok mengharapkan, dengan digelarnya pameran foto sejarah Jembatan Lama masyarakat ikut serta menjaga dan melestarikannya.

Apalagi jembatan yang di masanya populer disebut Brug Over den Brantas te Kediri ini sudah dicanangkan sebagai bangunan Cagar Budaya.